Pemimpin dan komunikasi adalah dua hal yang saling terkait
satu sama lain. Pemimpin tak akan bisa mengkoordinir yang dipimpinnya tanpa ada
kemampuan untuk berkomunikasi secara baik dengan yang dipimpinnya. Maka tak
salah jika orang yang akan dipilih jadi pemimpin adalah orang yang mempunyai
bakat untuk berkomuniksi dengan khalayak secara baik.
Pemimpin karena tugasnya sebagai pimpinan maka komunikasinya
sering kali berbentuk vertikal; dari atasan ke bawahan. Pemimpin mempunyai
wewenang untuk memerintah, melaksana, membebankan tugas kepada bawahanya.
Bawahan sebagi orang yang dipimpin dan memiliki pemimpin berkewajiban untuk
memenuhi perintah atasannya.
Namun kadang kala ada komunikasi yang terjadi antara pimpinan
dan bawahan tidaklah berjalan mulus sebagaimana mestinya. Ada perintah yang
tidak terlaksana, bahkan sengaja tidak laksana, asal dikerjakan oleh
bawahannya. Hal ini terjadi lantaran cara pemimpin mengkomunikasikan
perintahnya tidak berkenan dihati yang dipimpinnya. Pemimpin tidak
berkomunikasi dulu dengan bawahannya ketika memutuskan sesuatu, tidak
memberikan pemahaman, memutuskan sesuatu tanpa perhitungan dan berbicara
seenaknya
Elemen – Elemen Komunikasi
v Source (sumber)
Source atau sumber adalah
seseorang yang membuat keputusan untuk berkomunikasi. Sering disebut juga
pengirim (sender), penyandi (encoder), komunikator, pembicara (speaker).
v The message (pesan)
Pesan adalah apa yang
dikomunikasikan oleh sumber kepada penerima. Pesan merupakan seperangkat simbol
verbal maupun nonverbal yang berisi ide, sikap dan nilai komunikator. Pesan
mempunyai tiga komponen yaitu 1) makna, 2) simbol yang digunakan untuk
menyampaikan makna, dan 3) bentuk atau organisasi pesan.
v The channel (saluran)
Saluran adalah alat atau
wahana yang digunakan sumber untuk menyampaikan pesannya kepada penerima
v The receiver (penerima)
The receiver atau penerima
adalah orang yang menerima pesan. Penerima sering juga disebut sasaran/tujuan
(destination), komunikate (communicatee), penyandi-balik (decoder) atau
khalayak (audience), pendengar (listener), atau penafsir (interpreter).
v Barriers (hambatan)
Hambatan adalah faktor-faktor
yang menyebabkan terjadinya kesalahan
pemaknaan pesan yang komunikator sampaikan kepada penerima. Hambatan ini
bisa berasal dari pesan, saluran, dan pendengar. Beberapa buku menggunakan
istilah noise untuk menyebut elemen pengganggu, yang diartikan sebagai gangguan
(disturbance/ interference) dalam proses komunikasi. External noise meliputi
latar belakang pembicaraan, lingkungan, dan teknis saluran. Sedangkan internal
noise meliputi aspek psikologi peserta komunikasi maupun aspek semantik.
Misalnya sebuah kata yang mengandung arti ambiguitas.
Hambatan Komunikasi :
Ø Perbedaan Persepsi
Ø Permasalahan Bahasa
Ø Kurang mendengarkan
Ø Perbedaan Emosional
Ø Perbedaan latar belakang
v Feedback
Feedback adalah reaksi dan
respons pendengar atas komunikasi yang komunikator lakukan. Feedback bisa dalam
bentuk komentar langsung atau tertulis, surat, atau public opinin polling.
Feedback juga berperan sebagai pengatur (regulator). Feedback mengontrol atau
mengatur aksi komunikasi kita. Feedback negatif misalnya berupa kritikan, atau
penolakan. Contohnya, ”Bisakah Anda diam?”. Feedback positif misalnya berupa
pujian.
v Situation (situasi)
Situasi adalah salah satu
elemen paling penting dalam proses komunikasi pidato. Komunikasi harus
berlangsung pada suatu kondisi/konteks. Situasi atau keadaan selama komunikasi
berlangsung berpengaruh terhadap mood pembicara maupun pendengar, saluran/media
yang dipakai, dan feedback audience. Situasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu
physical context dan social context.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar